Cara Mengganti Oli Gardan Yang Baik dan Benar Untuk Motor Matic

Rate this post

Tips Mengisi Oli Gardan Untuk Motor Matic – Untuk motor matic, ada dua oli yang digunakan, yakni oli mesin dan oli garden. Nah, sebelumnya saya telah membahas mengenai penggantian oli dan saya juga sudah membahas sedikit tentang oli gardan. Oli gardan attau oli transmisi ini mungkin masih belum familiar di telinga para pengguna motor, apalagi yang belum menggunakan motor matic. Beda halnya dengan oli mesin yang memang sudah diketahui oleh semua orang yang memiliki kendaraan.

Oli-Gardan-Motor
Oli Gardan Motor

Untuk oli gardan ini sangatlah berbeda dengan jenis oli mesin, dimana oli mesin disarankan untuk menggantinya sekali sebulan. Sedangkan untuk oli gardan tidak boleh diganti sesring mungkin, untuk mengganti oli ini disarankan saat sudah mencapai jarak tempuh 7.000 – 8.000 km. Untuk kalian yang belum paham betul dengan oli gardan ini, maka silahkan kalian baca terus yah artikel saya kali ini.

Beda halnya dengan oli mesin, oli gardan ini masih banyak yang belum mengetahuinya (masih awam). Yah, contohnya saja untuk orang yang baru memiliki motor matic baru. Orang yang baru memiliki motor matic biasanya belum tahu menahu tentang perawatan motornya sendiri, baik itu dibagian mesin, pergantian oli dll. Bakan yang mereka tahu oli yang digunakan motor matic itu juga hanya satu. Mereka tidak tahu bahwa motor mereka menggunakan 2 oli yang salah satunya adalah oli gardan (pengalaman pribadi, hehehe).

Saya ingin bercerita sedikit tentang pengalaman saya, dimana pada saat saya baru saja memiliki yang namanya motor jenis matic, dimana motor ini memang lebih nyaman digunakan dibanding motor bebek yang sebelumnya pernah saya gunakan (relative). Nah, pada perawatan awalnya kan kita diberi garansi service secara cuma-cuma dari dealer resmi dimana kita membeli motor. Namun, saya hanya membawanya beberapa kali saja, sebab di service berikutnya saya sedang sibuk kuliah dan akhirnya tidak bisa membawa motor kesayangan saya ke bengkel tepat waktu dan hanguslah garansi tersebut. Nah, dengan kesibukan saya saat itu membuat saya lebih memilih untuk mengganti oli di bengkel terpercaya keluarga, sebab disini saya tidak perlu mendaftar dan ngantri lama. Toh, ini juga Cuma penggantian oli, asal olinya asli dan berkualitas, aman-aman saja.

baca juga  4 Cara Ampuh Membuat Rem Tromol Menjadi Pakem

Pada saat saya meminta untuk menggantikan oli motor saya, sang mekanik pun bertanya, sudah pernah ganti oli gardan? Saya pun menjawab “Hah? Oli gardan? Oli mesin, kan? Kayaknya sudah deh”. Sang mekanik pun menjawab, “bukan dek, oli gardan itu yang seperti ini (sambil mengambil oli gardan yang kemasannya lebih kecil dibandingkan oli mesin)”. Kemudian saya pun menggelengkan kepala sambil berkata “tidak tahu”. Nah, mekanik pun menyarankan untuk menggantinya sebagai bentuk jaga-jaga agar motor tetap dalam kondisi yang baik. Jadi sayapun mengiyakan.

Penggantian-Oli-Gardan-Motor
Penggantian Oli Gardan Motor

Nah, setelah saat itu sayapun beranggapan bahwa setiap penggantian oli mesin, maka oli gardan juga harus ikut diganti (sebab saya tidak bertanya panjang lebar tentang oli gardan kepada mekanik bengkel). 2 bulan setelah saya mengganti oli (pemakaian harian), maka saya menggantinya di bengkel lain (untuk mengganti oli saya tidak terlalu pilih-pilih tempat, kecuali untuk service). Saya membawa motor ke dalam bengkel sembari mengatakan ganti oli mesin dan gardannya. Sang mekanik pun langsung mengerjakannya tanpa bertanya.

Setelah itu 2 bulan kemudian saya kembali ke bengkel keluarga, dan meminta untuk mengganti oli mesin dan gardan kembali. Mekanik pun bertanya, “kok baru ganti oli? ini sudah 4 bulan loh”, saya pun menjawab “kemarin ganti oli di dekat kampus, kak”. Diapun kembali bertanya “terus kemarin ganti oli gardan juga?”, saya pun mengiyakan. Diapun kaget dan sedikit tersenyum sambio berkata “dek, oli gardan tidak diganti serutin oli mesin, terus oli gardan juga tidak boleh terlalu penuh. Ini juga kalo oli mesinnya terlalu penuh, motor kamu juga bisa mogok, jadi semuanya harus sesuai prosedur”.

Nah, dari situ kami mulai berbicara panjang lebar, dan si kakak mulai mejelaskan sedikit tentang bahayanya mengisi oli gardan berlebihan, atau sampai ada luapan dari oli mesin. Dari situ saya mengetahui bahwa kelebihan oli gardan dapat membuat motor mogok, dan ada juga kasus dimana motor sudah digas pol namun motor tidak bisa melaju. Dalam kasus ini penyebabnya yaitu terjadi rembesan oli yang berasal dari cover tutup CVTnya.

baca juga  3 Cara Merawat Leher Knalpot Supaya Tidak Menguning

Untuk mengatasi ini kalian bisa membuka dan memeriksa bagian dalamnya, biasanya bagian dalam CVT telah basah akibat oli, begitupun dengan V-Belt. Inilah yang menyebabkan V-Belt jadi selip dan akibatnya motor tidak bisa jalan. Hal ini terjadi karena motor mengalami kelebihan oli yang menyebabkan oli gardan menjadi luber sehingga merembes ke CVT melalui lobang hawa yang menuju keruang CVT. Hasilnya, oli tersebut melumasi seluruh bagian pada CVT.

Nah, sahabat modifikasimotorz sekalian, tulisan saya kali ini mungkin bisa memberikan ilmu dan pelajaran penting untuk kalian semua. Dimana jika kalian mengisi atau mengganti oli gardan jangan mengisinya terlalu banyak. Demikianlah tips dari saya kali ini, semoga dapat bermanfaat untuk kalian semua. Terima kasih sudah membaca artikel kami.

Tags: