Cara Memilih Oli Motor Yang Sesuai Dengan Kondisi Motor

Tips Memilih Oli Motor– Sering kali kita merasakan motor kesayangan terasa tidak enak dan tidak nyaman lagi saat dikendarai. Biasanya diandai dengan suara yang dihasilkan lebih kasar, perpindahan gigi yang keras, dan pada speedometer sudah ada pertanda untuk mengganti oli (ini sudah pasti masalahnya). Nah, jika kalian mengalami gejala yang kami tuliskan di atas, maka kami sarankan agar kalian mengganti oli motor kalian dengan oli baru yan berkualitas (asli) dan tentunya cocok dengan kondisi/ keadaan motor kalian. Untuk amannya, kalian bisa menggunakan oli motor bawaan.

Cara-Memilih-Oli-Motor-Yang-Sesuai-Dengan-Kondisi-Motor
Cara Memilih Oli Motor Yang Sesuai Dengan Kondisi Motor

Bagaimanakah cara agar kita mengetahui oli manakah yang cocok untuk motor kita? Nah, sebelumnya kalian pasti pernah meilihat kode-kode yang tercantum pada kemasan oli. Contoh: SAE 10 W40, SAE 15 W50, dan kode lainnya. Dari kode tersebutlah kalian bisa mengetahui jenis oli tersebut, dan apakah cocok dengan motor kalian. Lalu apa arti dari kode yang tercantum pada kemasan oli tersebut?

Sebelum membahas arti dari kode-kode yang terdapat pada kemasan tersebut, kami akan membahas bahan baku dari oli motor terlebih dahulu. Untuk lebih jelasnya, silahkan simak ulasan berikut ini.

1.Oli Syntetic

Oli siyntetic ini terbuat dari bahan produk petroleum  ettylene yang kemudian diproses dengan cara kimiawi agar dapat menghasilkan viskositas stabil yang sesuai karakteristik yang di inginkan. Keunggulan dari oli jenis ini yakni karakteristik oli yang relative stabil.

2.Oli Semi Synthetic

Oli semi synthetic ini merupakan perpaduan antara oli synthetic dengan oli mineral yang dapat menghasilkan kualitas pelumasan yang bagus dan dengan harga yang juga relative terjangkau jika dibandingkan dengan oli synthetic .

baca juga  Keterampilan Dasar Mekanik Yang Wajib Dimiliki Seorang Bikers

3.Oli Mineral

Oli mineral ini memiliki bahan dasar terbuat dan diproses melalui penyulingan bahan mineral.

4.Oli Vegetable

Oli vegetable ini memiliki bahan dasar tumbuhan yang diantaranya yaitu minyak tumbuhan jarak. Jenis oli vegetable ini memiliki sifat pelumasan yang baik yang membuatnya sering digunakan untuk motor racing. Hanya saja kelemahannya yaitu pada harganya yang lumayan mahal. Oli ini juga tidak bisa digunakan untuk jangka panjang, sebab proses oksidasinya terjadi sangat cepat.

Setelah mengetahui bahan dasar dari oli, selanjutnnya kita akan membahas tentang tingkat kekentalan oli. Untuk lebih jelasnya, simak ulasan berikut ini.

  1. Kekentalan (SAE) adalah pembeda kelas dari oli berdasarkan tingkat kekentalan dan juga sifat oli. SAE sebenarnya bukanlah ukuran kualitas dari suatu oli, namun lebih ke tingkat kekentalan oli. SAE rendah (encer) memiliki mutu yang tidak lebih baik dari oli yang kental.
  2. Makna dari SAE yang tercantum pada kemasan oli sebenarnya bukan sekedar kental atau encernya oli, namun lebih ke kemampuan oli beradaptasi pada suhu motor yang rendah maupun tinggi sekalipun. Contoh: Oli SAE 20W-50 atau 10W-40 memiliki kemampuan saat di stater pada suhu -10’C yang dialairkan ke dalam mesin hingga suhu -20’C yang memiliki minimal kekentalan tertentu di suhu tinggi 150’C
  3. Untuk oli SAE 10W-40 pada umumnya mempunyai kemampuan tingkat beku hingga -30’C dan tingkat didih mencapai 150’C. Kemudian untuk oli 15W-50 mempunyai kemampuan tingkat beku hingga -25’C dan tingkat didih mencapai 150’C

Jadi, semakin kecil angka sebelum W, maka semakin tinggi pula tingkat keencerannya. Namun keenceran oli tidak selamanya menjamin kualitas motor, semuanya harus kembali menyesuaikan kondisi motor dan lingkungan. Misalnya saja kalian berada di daerah pegunungan, tentu saja daerah ini identik dengan suhunya yang dingin. Maka sangat disarankan untuk menggunakan oli yang tingkat bekunya tinggi. Sedangkan untuk daerah yang memiliki suhu panas, maka sangat disarankan untuk menggunakan oli dengan tingkat beku yang rendah atau sedang.

baca juga  Ingin Modifikasi Motor Mio Agar Tampak Keren? Coba Deh 7 Tips Ini!

Perlu kalian ingat bahwa dalam memilih oli motor tidaklah dilihat dari tingkat kekentalan dari oli tersebut, namun juga ke karakteristik motor yang kalian gunakan juga, sebab setiap motor sudah pasti memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Untuk motor matic yang memiliki kinerja yang lebih berat dibanding motor bebek dan juga sport, maka kami menyarankan kalian untuk menggunakan oli yang encer. Misalnya 10W-40 supaya kinerja mesin tak terlalu berat dan penggunaan bahan bakar juga tidak terlalu boros. Untuk motor jenis sport juga bisa menggunakan oli yang lebih encer atau sama encer, misalnya 10W-40.

Satu lagi saran dari kami, yaitu jika ingin membeli oli untuk motor kalian, maka ada baiknya kalian membelinya di bengkel-bengkel resmi agar tidak perlu meragukan kualitasnya lagi. Sebab saat ini sudah banyak oli abal-abal yang beredar di pasaran. Memang agak sedikit mahal, namun ini akan membuat motor kalian lebih awet jika dibandingkan dengan oli abal-abal yang mungkin akan membuat komponen motor kalian lambat laun rusak.

Demikianlah informasi dari kami, semoga dapat bermanfaat untuk kalian semua para sahabat modifikasimotorz. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca artikel-artkel kami.

Tags: