BATASAN Modifikasi Motor Yang Tidak Melanggar Hukum [LENGKAP]

Rate this post

Daftar Peraturan Modifikasi Motor Sesuai Hukum – Ada beberapa alasan mengapa banyak pecinta otomotif melakukan modifikasi pada motor yang dimilikinya. Salah satunya ialah karena ketidak puasan dengan bentuk maupun gaya sehingga mereka berusaha mengubahnya sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Akan tetapi perlu kalian ketahui bahwa modifikasi motor tidak dapat dilakukan secara sembarangan atau asal-asalan. Sebab jika kita tidak mengikuti beberapa aturan pemerintah yang mengatur hal tersebut maka siap-siap saja motor yang telah modifikasi didenda 24 Juta Rupiah.

Sejak bulan Januari 2016 hingga tahun 2017 ini, banyak sekali sobat yang menanyakan mengenai aturan modifikasi kendaraan yang diperbolehkan dan tidak melanggar hukum khususnya untuk sepeda motor. Karena seperti yang kita ketahui bahwa pemilik kendaraan roda dua di Indonesia ini jumlahnya sangatlah besar dan tentunya marak menjadi sasaran razia polisi di berbagai kota dan daerah lainnya.

Bagi sobat modifikasimotorz.com yang masih awam dengan peraturan ini, semua ketentuan tentang modifikasi motor telah tertuang di dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 yang mebahas tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) serta Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 55 Tahun 2012. Meskipun demikian, masih banyak orang yang malasa untuk membaca peraturan-peraturan tersebut atau bahkan mengabaikannya.

Adapun Pasal 277 UU No 22 Tahun 2009 bunyinya sebagai berikut:

pasal-277-UU-No-22-Tahun-2009

Untuk mengetahui apakah modifikasi motor kalian itu melanggar aturan hukum ataukah tidak, silahkan simak batasan ketentuannya yang di bawah ini.
[toc]

Aturan dan Ketentuan Modifikasi Motor Yang Tidak Melanggar Hukum

Peraturan-Modifikasi-Motor-Lengkap
Peraturan Modifikasi Motor Lengkap

Peraturan Mengenai Lampu Kendaran Bermotor Berdasarkan Jenis dan Jumlahnya

Lampu Utama

Dalam pasal 24 yang ada di dalam PP Nomor 55 Tahun 2012 telah ditetapkan ketentuan bahwa kita hanya dapat menggunakan maksimal 2 buah lampu utama dan juga harus dipasang dengan posisi yang berdekatan. Sebab keselamatan lalu lintas sangat memiliki kaitan dengan keberadaan lampu yang ada pada sepeda motor.

Pasal-24-PP-No-55-Tahun-2012

Selain itu dalam Pasal 70 telah diatur mengenai ketentuan pancaran lampu utama baik untuk motor standard maupun yang telah dimodifikasi sebagaimana yang bisa kalian lihat di bawah ini.

Pasal-70-PP-No-55-Tahun-2012

Lampu Penanda

Untuk lampu tambahan yang biasanya digunakan sebagai penanda lampu senja atau lampu kota hanya diperbolehkan maksimal 2 buah saja seperti yang tertera dalam Pasal 27 yang dapat kalian baca selengkapnya di bawah ini.

Pasal-27-PP-No-55-Tahun-2012

Melihat ketentuan di atas dapat dipastikan bahwa lampu penanda ekstra yang biasanya dipasang pada spion atau handguard motor modifikasi itu tergolong ilegal karena posisinya berjauhan serta sudah pasti bakal kenal tilang polisi jika terjaring razia di jalanan.

Pasal-32-PP-No-55-Tahun-2012

Sobat modifikasimotorz juga tidak dapat menggunakan lampu penanda yang terpasang pada spion atau handguard untuk penanda tepi luar kendaraan. Sebab pada pasal 32 PP 55 Tahun 2012 telah ditetapkan hanya kendaraan yang lebarnya melebihi 2100 mm saja yang diperbolehkan menggunakan lampu tepi.

baca juga  Cara Memilih Oli Motor Yang Sesuai Dengan Kondisi Motor

Lampu Kabut

Selain itu ada pula aturan lainnya yang dijelaskan pada Pasal 34 di dalam PP Nomor 55 Tahun 2012 mengenai ketentuan lampu kabut yang ada pada kendaraan bermotor.

Pasal-34-PP-No-55-Tahun-2012

Sobat modifikasimotorz dapat memasang lampu tersebut pada bagian depan dengan jumlah maksimal 2 buah namun tidak dapat sembarangan menyalakannya tersebut. Karena lampu kabut hanya dapat digunakan apabila jalanan yang kita lalui itu memiliki jarak pandang yang terbatas disebab oleh kondisi berkabut, hujan deras atau berasap.

Lampu Isyarat

Seringkali kita melihat motor hasil modif yang dilengkapi dengan rotator, strobo ataupun lampu blitz. Bagi sobat yang masih awam mengenai aturan hukum kendaraan bermotor di Indonesia sebaiknya menghindari pemasangan lampu isyarat tersebut.

Pasal-44-PP-No-55-Tahun-2012

Karena seperti yang ada pada pasal 44, lampu isyarat pada kendaraan bermotor hukumnya illegal jika kendaraan yang kita memiliki tidaklah memiliki kepentingan tertentu seperti kendaraan milik aparatur negara atau hanya untuk sekedar gaya-gayaan saja.

Lampu Penanda Arah

Peraturan mengenai lampu sein atau penanda arah pada motor dapat sobat pecinta modifikasi lihat pada Pasal 25 PP Nomor 55 Tahun 2012 yang tertuang pada ayat 1 dan 2 di bawah ini.

Pasal-25-PP-No-55-Tahun-2012

Lampu Rem

Salah satu yang menjadi penyebab motor hasil modifikasi seringkali ditilang oleh polisi ketika razia yaitu penggunaan lampu rem yang sembarangan atau tidak sesuai aturan bahkan bisa membahayakan bagi pengendara lainnya di jalan. Maka dari itu sebaiknya baca dengan seksama peraturan lampu rem yang ada di PP Nomor 55 Thn 2012 Pasal 26.

Pasal-26-PP-No-55-Tahun-2012

Lampu Plat Nomor

Penggunaan lampu plat nomor atau TNKB (Tanda Nomor Kendaraan Bermotor) juga harus sesuai dengan peraturan yang tercantum dalam PP Nomor 55 Thn 2012 Pasal 30.

Pasal-30-PP-No-55-Tahun-2012

Peraturan Box Motor

Bagi sobat yang hobi touring, penambahan box motor tentunya sangat membantu untuk menyimpan beberapa keperluan dan perlengkapan selama perjalanan yang jauh. Meskipun demikian, ada peraturan yang perlu kita ketahui terlebih dahulu dalam memasang dan menggunakan box tambahan pada motor dimana telah dijelaskan dalam Pasal 48 Ayat 2 yang tertera pada huruf c di UU Nomor 22 Tahun 2009.

Pasal-48-ayat-2-Huruf-C-UU-No-22-Tahun-2009

Sehingga persyaratan yang wajib kita penuhi apabila ingin melakukan modifikasi dengan memberikan box tambahan yaitu tidaklah lebih lebar dari setang kemudi sepeda motor. Sedangkan untuk panjang box yang diperbolehkan adalah yang tidak diikuti oleh perubahan konstruksi chassis dan jarak sumbu.

Selain masalah ukuran atau dimensi, salah satu yang wajib diperhatikan sebelum menambahkan box adalah daya angkut yang dimiliki oleh sebuah motor berdasarkan spesifikasinya. Untuk mengetahui beban maksimal box yang dapat ditambahkan, silahkan simak contoh kasus di bawah ini.

Daya Angkut Motor A = 250kg
Bobot Motor = 120kg
Bobot Pengendara + Pembonceng = 120kg

Daya Angkut Motor – Bobot Motor – Bobot Pengendara & Pembonceng = Daya Angkut Box Tambahan

250kg – 120kg – 120kg = 10kg

Berdasarkan contoh kasus di atas dapat diketahui spesifikasi box tambahan yang dibolehkan yaitu yang mampu menopang beban tidak lebih dari 10kg termasuk dengan bobot box itu sendiri. Maka sebelum membeli box untuk dipasang pada motor sebaiknya perhatikan secara seksama berapa kapasitas muatnya baik itu dalam ukuran kilogram ataupun liter.

Peraturan Merubah Body Motor

Bagi para pecinta otomotif, bodi merupakan bagian yang paling sering mendapatkan perhatian dalam melakukan modifikasi motor. Namun bagi sebagian sobat yang belum mengetahui aturan hukum yang ada pada undang-undang tentang kendaraan bermotor tentunya masih ragu untuk merubah ataupun merombak bagian yang satu ini.

Dalam PP Nomor 55 Tahun 2012 Pasal 1 Ayat 12 yang menyebutkan tentang penjelasan Modifikasi Kendaraan Bermotor, tidak ditemukan aturan mengenai penggantian atau perubahan bodi motor. Sebab hal tersebut bukanlah termasuk perubahan mesin, daya angkut dan dimensi kendaraan.

pasal-285-UU-No-22-Tahun-2009-Ayat-1

Walaupun dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 yang ada pada pasal 285 ayat 1 pada bagian motor yang dipermasalahkan dapat kita lihat bahwa tidak terdapat keterangan mengenai badan atau bodi kendaraan.

Meskipun demikian dalam melakukan modifikasi khususnya pada bagian bodi motor kita diwajibkan untuk memperhatikan keselamatan dan keamanan dalam proses pemasangan bodi tambahan ataupun pengganti seperti yang tertuang dalam PP Nomor 55 Tahun 2012 Pasal 58 Ayat 2.

Pasal-58-PP-No-55-Tahun-2012-Ayat-2

Maka dari itu pastikan bodi tambahan atau pengganti di motor modifikasi kalian terpasang dengan kuat dan juga benar apabila kalian tidak ingin terkena denda hingga Rp 500.000 karena terjerat peraturan hukum yang disebutkan dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 pasal 279 di bawah ini.

pasal-279-UU-No-22-Tahun-2009

Peraturan Knalpot Motor

Apabila kita membaca peraturan yang tertera di PP Nomor 55 Thn 2012 Pasal 14, mengganti kanlpot bawaan dari pabrik dengan kanlpot racing atau knalpot modifikasi tidaklah dilarang asalkan memenuhi kriteria yang tercantum pada Ayat 2 pasal tersebut.

Pasal-14-PP-No-55-Tahun-2012

Meskipun tidak ada larangan untuk mengganti knalpot motor standard dari pabrik dengan jenis racing, peraturan yang ada pada pasal 65 dan 66 tentang batasan emisi gas buang dan juga tentang kebisingan suara knalpot tetap wajib untuk perhatikan dan ditaati.

Baca juga: BEGINI Aturan Kenapa Knalpot Racing DB Killer Bisa Ditilang!

Pasal-65-66-PP-No-55-Tahun-2012

Sebelum melakukan modifikasi motor sebaiknya baca dulu Permen Lingkungan Hidup (LH) Nomor 5 Thn 2006 di bawah ini yang mencakup mengenai Aturan Ambang Batas Emisi Gas Buang untuk sepeda motor.

Peraturan-Menteri-Lingkungan-Hidup-No-5-Tahun-2006

Selanjutnya pahami juga Permen Lingkungan Hidup (LH) Nomor 10 Thn 2009 yang mencakup peraturan tentang kebisingan suara knalpot sepeda motor khususnya bagi sobat yang ingin melakukan modifikasi.

Peraturan-Menteri-Negara-Lingkungan-Hidup-No-10-Tahun-2009

Peraturan Tentang Ukuran Ban Motor

Mengganti ukuran ban motor dengan yang tidak sesuai dengan semestinya selain dapat menjadi sasaran empuk saat razia lalu lintas juga dapat memberikan dampak negatif lainnya kepada pengedaranya. Perlu sobat pecinta modifikasimotorz ketahui bahwa kita wajib untuk memperhatikan spesifikasi ban khususnya melihat keterangan pada kode Load Index ban tersebut.

Bagi yang belum paham, Load Index merupakan indikator yang memberitahukan berapa beban maximum yang mampu ditopang oleh sebuah ban. Apabila LI (Load Index) terdapat kode angka 51 itu artinya ban tersebut dapat menanggung beban maksimal hingga 195kg. Besar dan kecilnya angka pada kode Load Index tergantung dari besarnya ukuran ban itu sendiri.

Aturan mengenai peruntukan penggunaan jenis ban dan ukuran yang sesuai telah tertera dalam PP Nomor 55 Thn 2012 Pasal 16 yang dapat kita simak bersama di bawah ini.

Pasal-16-PP-No-55-Tahun-2012

Jumlah Berat Kombinasi Yang Diperbolehkan (JBKB) adalah batasan bobot maksimal dari rangkaian kendaraan bermotor beserta dengan muatan yang diizinkan menurut rancangannya. Sedangkan Jumlah Berat Yang Diperbolehkan (JBB) adalah jumlah batasan berat maksimal sebuah kendaraan bermotor termasuk juga dengan muatan yang diizinkan menurut rancangannya.

Tak hanya peraturan tentang spesifikasi ban saja, dalam PP Nomor 55 Thn 2012 Pasal 73 juga dicantumkan aturan tentang ketebalan alur ban yang bisa kalian simak di bawah ini.

Pasal-73-PP-No-55-Tahun-2012

Peraturan Tentang Jenis Klakson

Saat ini kita dapat dengan mudah menemukan berbagai jenis klakson yang dijual oleh berbagai toko aksesoris dan variasi motor untuk keperluan modifikasi yang sesuai dengan selera kita. Namun sebaiknya jangan asal beli dan pasang begitu saja, sebab dalam PP Nomor 5 Thn 2012 Pasal 69 telah diatur spesifikasi klakson yang diperbolehkan untuk dipakai dan dipasang di motor.

Pasal-69-PP-No-55-Tahun-2012

Peraturan Tentang Komponen Pendukung Lainnya

Tak hanya unsur penting yang ada di atas saja, di PP Nomor 55 Thn 2012 juga terdapat peraturan mengenai kelengkapan pendukung komponen motor lainnya seperti berikut.

Rem Motor

Aturan yang wajib untuk diikuti mengenai rem motor tercantum di pasal 20 di bawah ini.

Pasal-20-PP-No-55-Tahun-2012

Stang Kemudi

Bagian stang kemudi juga memiliki aturan hukum yang tercantum di pasal 18 tentang sistem alat kemudi.

Pasal-18-PP-No-55-Tahun-2012

Spakbor, Klakson, Speedometer dan Spion

Dalam pasal ke-36 sampai dengan pasal 40 sobat pecinta modifikasi motor dapat melihat dengan seksama aturan mengenai jenis Spakbor, Klakson, Spion dan juga Speedometer yang diperbolehkan dan tidak melanggar hukum.

Pasal-36-40-PP-No-55-Tahun-2012

Itulah tadi penjelasan lengkap mengenai batasan dan aturan modifikasi motor yang tidak melanggar hukum. Kami sangat berharap informasi yang kami berikan dapat bermanfaat khususnya bagi sobat pecinta modif agar tidak terjaring razia di jalanan dan terkena denda oleh polisi karena telah melanggar peraturan-peraturan mengenai kendaraan bermotor. Semoga sobat semuanya bisa lebih cerdas dan teliti terlebih dahulu sebelum merombak motor kesayangan kalian. Bagikan informasi ini ke teman-teman kalian yang lainnya agar manfaatnya terasa juga untuk mereka!

Tags: