Kelebihan dan Kekurangan Isi Angin Ban Dengan Nitrogen

Rate this post

Kelebihan dan Kekurangan Angin Nitrogen Pada Ban ~ Pada artikel kali ini modifikasimotorz.com akan membagikan informasi seputar kelebihan dan kelemahan jika ban kendaraan di isi dengan gas nitrogen.

Sebagaimana yang telah diketahui bersama bahwa ban merupakan salah satu komponen kendaran yang paling penting apapun jenis kendaraan tersebut, baik sepeda motor, mobil, dan kendaraan mobilitas lainya.

Tekanan gas (angin) dalam ban juga perlu diperhatikan dalam rangka menjaga keoptimalan dan kestabilan kinerja (grip/daya cakram) ban terhadap jalan aspal, disamping umur pakai ban menjadi lebih panjang. Metode pengisian itu ada 2 cara yaitu pengisian dengan udara (angin) ada juga yang menggunakan gas nitrogen untuk ban.

Kalau melihat dari sudut pandang keuntungan menggunakan Nitrogen sebagai pengisi ban, maka terdapat banyak keuntungan yang bisa didapatkan.maka ada banyak yang bisa anda lihat dibawah ini , Untuk harga pengisian nitrogen untuk setiap ban lumayan cukup mahal dibandingkan dengan menggunakan pingisian angin.

kelebihan-dan-kekurangan-angin-nitrogen-pada-ban
Kelebihan dan Kekurangan Angin Nitrogen Pada Ban

Ada beberapa pendapat yang mengatakan bahwa penggunaan pengisian nitrogen pada ban membuat ban kendaraan menjadi lebih empuk, malah ada yang bilang juga bisa membuat hemat bahan bakar.

Penggunaan gas nitrogen sebagai pengisian ban dikarenakan Partikal gas nitrogen lebih besar dibandingkan oksigen, maka nitrogen dapat mencegah terjadinya kebocoran (rembesan) yang menyebabkan berkurangnya tekanan gas pada ban kendaraan.

Pengertian Nitrogen

Nitrogen atau zat lemas tergolong salah satu unsur kimia dalam table periodik, yang memiliki lambang N dan nomor atom 7. Seringkali wujudnya ditemukan dalam bentuk gas tanpa warna , tanpa rasa, serta tanpa bau.

Senyawa ini merupakan gas diatomik bukan logam yang stabil , sehingga terolong sulit untuk bereaksi dengan unsur senyawa lainnya. Nitrogen juga sering disebut sebagai zat lemas karena zat ini berfisat malas , tidak bisa bereaksi dengan unsur lainya . Nitrogen mengisi 8,08% atmosfer bumi dan juga terdapat dalam banyak jaringan hidup.

baca juga  3 Cara Mengganti Rantai Motor Dengan Benar

Keuntungan Gas Nitrogen Sebagai Gas Pengisi Ban

Berikut ini keuntungan dari menggunakan gas nitrogen sebagai gas pengisi ban, yaitu :

  • Tekanan ban cenderung lebih terjaga tahan lama, sehingga jarang melakukan pengisian ulang.
  • Daya cakram dan kinerja pada ban menjadi lebih optimal akibat grip yang baik , dan tekanan yang tidak berkurang.
  • Lebih menghemat BBM karena meringankan kerja mesin.
  • Tekanan ban cenderung lebih stabil terhadap temperature.
  • Mengurangi risiko kecelakaan akibat pecah ban /overpressure.
  • Efektif dalam meningkatkan keselamatan ,dikarenakan memiliki tekanan ban yang tepat dan stabilitas yang terjaga.
  • Usia ban lebih panjang karena tekanan ban yang tepat, sehingga angina ban habis secara merata.
  • Mencegah terjadinya oksidasi pada karet ban sehingga usia dan elastisitas ban lebih panjang.

Kelemahan Gas Nitrogen Sebagai Gas Pengisi Ban

Selain kelebihan menggunakan gas nitrogen sebagai pengisi ban, ada juga kelemahannya, yaitu :

1.  Harga untuk pengisian cukup mahal

Bayangkan saja, harga untuk pengisian ban dengan nitrogen umumnya berkisar Rp.10.000 sampai Rp.20.000 untuk setiap ban kendaraan. Ini belum termasuk tambahan biaya pengurasan isi ban berkisar Rp.5.000 jika sebelumnya gas pengisi ban yang digunakan bukan gas nitrogen.

2. Biaya perawatan

Biaya perawatan yang dimaksud adalah pengisian gas nitrogen. Setiap kali ban sudah terisi dengan gas nitrogen berkurang tekanannya, maka harus segera ditambah lagi.

3. Ketersediaan

Saat ini masih belum banyak bengkel yang melayani pengisian gas nitrogen untuk ban kendaraan.

Cara Melakukan Pengisian Gas Nitrogen

Cara pertama ketika ingin melakukan pengisian gas nitrogen adalah dengan menguras angin pada ban kendaraan terlebih dahulu disertai dengan melepas pentil. Setelah semua angin ban sudah terbuang, selanjutnya bisa dilakukan pengisian gas nitrogen sebanyak 80%-85% dari tekanan ideal. Misalnya, ban profil tipis yang seharusnya diisi gas nitrogen sebanyak 40 Psi, maka sebaiknya diisi sebanyak 31-34 Psi saja.

baca juga  3 Cara Mengetahui Penyebab Motor Mogok

Langkah selanjutnya adalah membuang kembali seperti langkah 1 (buang nitrogen) dan isi kembali (pentil keadaan belum terpasang). Tujuan hal ini dilakukan agar saat pengisian asupan kedua benar-benar murni gas nitrogen. Ingat, jangan pasang tutup pentil dan lanjutkan dengan pengisian ban sampai pada bats ideal.

Penting juga untuk diperhatikan kondisi tekanan gas nitrogen. Apabila tekanan gas nitrogen sudah mulai berkurang dan saat di jalan tidak menemukan bengkel yang menyediakan pengisian, pengisian bisa dilakukan dengan menambahkan gas/angin ban yang mudah untuk ditemukan di jalan sebagai solusi alternatif.

Nanti jika Anda sudah menemukan bengkel yang menyediakan jasa pengisian gas nitrogen ban, lakukan lagi pengurasan ulang dan pengisian kembali kembali seperti yang telah dijelaskan di atas. Semoga bermanfaat.

Tags: