BEGINI Aturan Kenapa Knalpot Racing DB Killer Bisa Ditilang!

Rate this post

Aturan Knalpot Racing Yang diperbolehkan Polisi – DB Killer adalah komponen tambahan pada knalpot yang berfungsi untuk meredam suara bising yang keluar dari knalpot atau DB Sound. Komponen ini
biasanya sudah terpasang satu set atau paket paket dengan knalpot racing seperti knalpot akrapovic, yoshimura, r9 dan merk terkenal lainnya. Sehingga
suara yang dihasilkan oleh motor yang menggunakan knalpot racing dengan db killer akan terdengar tidak berisik atau bahkan nyaris tidak ada suara.

Apabila kita perhatikan secara seksama pada bagian ujung lubang knalpot pada bagian atas atau bawah terdapat lubang untuk baut untuk mencehag agar
db killer yang terpasang tidak terlempar keluar ketika kita menggeber gas motor. Dan bagi sobat pecinta modif yang memiliki motor racing namun belum
menggunakan db killer, saat ini kalian dapat mendapatkannya dengan mudah karena sudah banyak yang menjualnya.

Namun jangan asal beli karena perlu diketahui bahwa tidak semua db killer bisa pas dengan knalpot yang kalian miliki karena setiap db killer harus direset
dan lulus uji emisi dan DB Sound (Tingkat Kebisingan). Dan salah satu pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh kebanyakan pengguna motor yaitu
apakah menggunakan knalpot racing dengan db killer tidak ditilang polisi dan aman dari razia knalpot racing?

Apakah Knalpot Racing DB Killer Ditilang atau Terkena Razia Polisi?

Aturan-Knalpot-Racing-DB-Killer-Ditilang
Aturan Knalpot Racing DB Killer Ditilang

Hingga saat ini sebagian orang masih enggan menggunakan knalpot racing karena takut terkena razia dan ditilang oleh polisi sekalipun sudah
menggunakan db killer. Sedangkan beberapa pecinta modifikasi motor tetap menggunakan knalpot tersebut karena menurut mereka tidak melanggar
aturan tentang “Ambang batas Kebisingan Kendaraan Bermotor” yang beberapa waktu lalu sempat disampaikan oleh Divisi HUmas Mabes Polri ketika
ada netizen yang mempertanyakan mengenai standar kebisingan suara knalpot dan juga perihal knalpot racing.

baca juga  7 Tips PENTING Sebelum Modifikasi Motor Beat Kesayangan Kalian!

Apabila mengacu pada Peraturan Menteri Lingkuhan Hidup No 7 Tahun 2009 yang menjelaskan aturan mengenai Ambang Batas Kebisingan Kendaraan
Bermotor Tipe Baru yang dijelaskan dalam lampiran kedua yang dikutip oleh admin Divisi Humas Mabes Polri sebagai berikut:

“Setiap kendaraan bermotor tipe L (roda dua) yang memiliki CC di bawah 175cc standar kebisingannya adalah 80 desibel. Sedangkan untuk sepeda motor yang memiliki CC lebih dari 175cc standar kebisingannya adalah 83 desibel. Dan peraturan tersebut berlaku sejak 1 Juli 2013. Bagi knalpotpabrikan yang memiliki fitur DB Killer sehingga tidak melanggar ketentuan yang disebutkan di atas tidaklah menjadi masalah.”

Tentu jika sobat pecinta modif yang berpegang pada aturan di atas tidaklah merasa khawatir jika motor kesayangan kalian yang telah menggunakan
knalpot racing merk apapun itu dan telah dilengkapi dengan DB killer melewati tempat razia polisi dan beranggapan tidak akan terkena tilang. Namun
faktanya anggapan kalian tersebut itu salah besar sebab banyak kejadian sobat lainnya yang tetap ditilang oleh polisi sekalipun knalpot racing motor
mereka sudah menggunakan db killer. Tentu kalian pun jadi bertanya-tanya, apa penyebabnya?

Undang-Undang Yang Menjerat Pengguna Motor Knalpot Racing Sehingga Ditilang Polisi

Seperti yang tertera di atas, apabila kita beracuan pada aturan mengenai Ambang Batas Kebisingan, tentunya pengguna knalpot racing akan lolos dari
razia. Namun sayangnya, polisi memiliki dasar hukum lain yang dapat mereka gunakan untuk melakukan tilang pada pengenadara motor yang tidak
menggunakan knalpot standar atau pabrikan aslinya. Dan aturan tersebut adalah Pasal 285 UU No 22 Tahun 2009 tentang LLAJ yang bunyinya sebagai
berikut:

“Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor di Jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (3) juncto Pasal 48 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp 250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).”

Dengan berpatokan pada Pasal 285 UU No 22 Tahun 2009 tentang LLAJ di atas, polisi akan tetap merazia knalpot yang bukan standar di motor kalian
karena hal tersebut dianggap tidak laik jalan dan memenuhi persyaratan teknis dikarenakan bukan standar pabrikan aslinya. Dengan berpegangan pada
aturan tersebut, polisi juga menjelaskan bahwa sparepart standar pabrikan asli termasuk knalpot tersebut sudah melewati uji tipe produk terlebih dahulu
sebelum dirilis ke pasaran sehingga dianggap laik jalan.

baca juga  Cara Modifikasi Motor Yamaha RX-King Untuk Keseharian dan Road Race [RECOMENDED]

Baca juga : BATASAN Modifikasi Motor Yang Tidak Melanggar Hukum

Maka dari itu jika sobat tidak ingin ditilang polisi saat razia dan terkena denda sebesar Rp 250.000,00, sebaiknya menggunakan knalpot standar bawaan
pabrik untuk motor yang sering dipakai bepergian. Kalaupun ingin menggunakan knalpot racing dengan db killer mungkin sebaiknya hanya untuk
keperluan ajang balapan di track khusus atau event balap.

Bagi sobat pecinta modif yang memiliki pengalaman selama menggunakan knalpot racing yang dilengkapi db killer baik yang biasanya lolos dari razia
ataupun malah terkena tilang, silahkan tuliskan di kolom komentar untuk sharing ke sobat yang lainnya sebagai bahan pertimbangan mereka sebelum
membeli dan menggunakan knalpot tersebut.

Tags: